UDN – Pada Senin, 28 Juli 2025, Universitas Darunnajah (UDN) mengadakan Program Peningkatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi untuk Masyarakat dengan tema “Digital Marketing untuk UMKM.” Acara ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) tentang cara memanfaatkan digital marketing untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing mereka di dunia digital yang semakin berkembang.
Acara yang bertempat di Aula Al-Ghozali Universitas Darunnajah tersebut hasil kolaborasi dari Komisi X DPR-RI, BRIN dan Universitas Darunnajah berlangsung dari pukul 08.00-15.00 WIB.
Acara dimulai dengan sambutan dari Presiden Universitas Darunnajah, K.H. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs., yang mengungkapkan sejarah lahirnya Universitas Darunnajah yang berasal dari pesantren wakaf. Dalam sambutannya, K.H. Hadiyanto Arief menjelaskan bahwa UDN lahir dengan visi untuk mengintegrasikan pendidikan tinggi dengan nilai-nilai Islam yang sudah tertanam dalam pesantren. “Universitas ini lahir dari pesantren wakaf yang berfokus pada pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu komitmen utama kami adalah memajukan kewirausahaan sebagai bagian dari upaya untuk mengembangkan ekonomi masyarakat, khususnya para santri dan alumni pesantren,” ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa kewirausahaan menjadi pilar penting dalam mendukung perekonomian bangsa, dan melalui program ini, diharapkan pelaku UMKM dapat memanfaatkan teknologi untuk mempercepat kemajuan usaha mereka. “Kami percaya bahwa pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai kewirausahaan dan teknologi akan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Oleh karena itu, Universitas Darunnajah berkomitmen untuk selalu mendukung pengembangan UMKM dengan memberikan pelatihan yang relevan dan fasilitas riset yang dapat memperkuat daya saing mereka,” tambahnya.
Acara dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Dr. Much Hasan Darojat, Rektor Universitas Darunnajah, yang memberikan opening speech mengenai pentingnya teknologi dalam pengembangan UMKM. Dalam sambutannya, Dr. Hasan Darojat menekankan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan yang mendesak bagi UMKM untuk bertahan dan berkembang di pasar yang semakin kompetitif. “Melalui pemahaman yang baik terhadap digital marketing, pelaku UMKM bisa lebih efektif dalam meraih pasar baru, meningkatkan efisiensi operasional, dan menjalin hubungan yang lebih baik dengan konsumen,” ujar Dr. Hasan Darojat. Beliau juga menekankan bahwa UMKM harus beradaptasi dengan perubahan teknologi agar dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian Indonesia.

Selanjutnya, Hj. Himmatul Aliyah, S.Sos., M.Si., Wakil Ketua Komisi X DPR-RI, sebagai Keynote Speech mengenai “Peran Strategis Digital Marketing dalam Pemberdayaan UMKM.” Dalam paparannya, Hj. Aliyah menjelaskan bahwa UMKM adalah pilar utama dalam perekonomian Indonesia, dan digital marketing adalah kunci bagi mereka untuk berkembang lebih pesat. “Dengan memanfaatkan digital marketing, UMKM dapat lebih mudah menjangkau pasar yang lebih luas, membangun merek mereka, dan lebih berkompetisi di pasar global,” ujarnya. Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan pendidikan tinggi untuk mendorong digitalisasi UMKM agar mereka mampu bersaing di tingkat global.
Aswin Firmansyah, ST., ME., Koordinator Pemantauan Riset dan Inovasi pada UMKM, menjadi narasumber berikutnya yang memberikan wawasan mendalam tentang praktik terbaik dalam penerapan digital marketing untuk UMKM. Aswin menjelaskan bagaimana pelaku UMKM dapat memanfaatkan platform digital, seperti media sosial dan website, untuk meningkatkan visibilitas dan memperluas jangkauan pasar mereka. “Konten yang relevan dan penggunaan media sosial yang tepat sangat penting untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen,” ujar Aswin.
Aswin juga menekankan peran penting UMKM bagi perekonomian Indonesia. Menurutnya, UMKM bukan hanya sebagai penyumbang utama lapangan pekerjaan, tetapi juga salah satu penyumbang terbesar terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia. “UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, berkontribusi lebih dari 60% terhadap PDB negara. Ini menunjukkan betapa pentingnya sektor ini dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” jelas Aswin. Beliau mengungkapkan bahwa dengan pemanfaatan digital marketing yang tepat, UMKM bisa lebih meningkatkan kontribusinya terhadap ekonomi negara dan berkembang lebih pesat di pasar domestik maupun internasional.

Selain itu, Aswin juga memaparkan pentingnya riset dalam mendukung perkembangan UMKM. “Riset adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan bisnis. Dengan riset yang baik, UMKM dapat memahami tren pasar, kebutuhan konsumen, serta potensi dan tantangan yang ada. Oleh karena itu, riset menjadi alat yang sangat vital untuk mengidentifikasi peluang dan merumuskan strategi yang tepat,” ungkap Aswin. Ia menambahkan bahwa UMKM yang mengandalkan data dan riset yang akurat akan mampu mengambil keputusan yang lebih baik dan lebih terarah dalam menjalankan usaha mereka.
Acara ini dihadiri oleh pelaku UMKM, mahasiswa, dan Dosen, dan akademisi yang antusias untuk belajar lebih banyak tentang bagaimana teknologi dan digital marketing dapat membantu usaha mereka. Kepala Biro Pengembangan Teknologi Informasi (BPTI) Universitas Darunnajah juga hadir untuk memberikan pandangan tentang peran riset dan teknologi informasi dalam mendukung pengembangan UMKM. Beliau menekankan bahwa teknologi adalah alat yang sangat penting dalam mendorong pengembangan UMKM ke arah yang lebih baik.

Dengan berakhirnya acara ini, diharapkan para peserta dapat langsung mengaplikasikan ilmu yang didapatkan untuk meningkatkan usaha mereka. Program PKP RIM ini adalah salah satu langkah nyata Universitas Darunnajah dalam mendukung UMKM Indonesia untuk lebih maju dan siap bersaing di pasar global.
-NH-




